ALAMI BULKSHOP, TUNAS BARU PERJALANAN EFI FEMILIYAH DI DUNIA ZERO WASTE
“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
(QS Ar Ruum:41)
Tahun 2014 , trend zero waste belum se-familiar sekarang. Namun Efi Femiliyah sudah menerapkannya dalam keluarga.
Ia juga rajin mengedukasi masyarakat di lingkungannya, tentang cegah-pilah-olah sampah, sehingga populer dipanggil “Ibu Sampah”.
Baru di tahun 2016, Efi mulai memproduksi sabun dan toiletteries , setelah terinsendirispirasi dari pegiat zero waste asal Perancis, Bea Johnson, yang menjadi pelopor gerakan ini.
Dalam situsnya zerowastehome.com, Bea berhasil mengumpulkan sampahnya selama setahun, hanya sebesar toples berukuran 300 ml.
Efi pun membulatkan tekad untuk total ber-zero waste, dimulai dengan mengurangi kantong plastik dan membawa wadah sendiri setiap berbelanja.
Langkah Efi tidak berhenti di keluarganya. Ia juga aktif mengedukasi tentang gerakan zero waste maupun pengolahan sampah di berbagai komunitas. Termasuk menjadi narasumber kelas Hijrah Nol Sampah untuk Institut Ibu Profesional Jakarta, dan Green Academy untuk komunitas homeshooling KSUPER.
Kenyataan bahwa Indonesia adalah negara KEDUA TERBESAR penghasil sampah plastik di laut, dan negara KEDUA TERBESAR penghasil sampah makanan, membuat Efi cemas luar biasa dengan permasalahan sampah di Indonesia.
Apalagi, baru-baru ini, sejumlah peneliti di Makassar menemukan sebanyak 23 sampel ikan terkontaminasi plastik. Tambah mengejutkannya lagi, mikroplastik, plastik berukuran yang sangat kecil, ternyata ditemukan di kotoran manusia!
Menangani langsung pengolahan sampah dan pelestarian lingkungan, Efi menemukan problem sampah lain yang ada di rumah tangga, yaitu food waste.
Setiap bulan, Efi mempunyai rutinitas belanja dengan membeli stok makanan dalam kemasan besar. Selain menghindari kemasan-kemasan kecil, juga untuk menghemat pengeluaran.
Tapi ternyata, pembelian dalam jumlah besar justru memberi masalah baru. Stok bahan makanan yang disimpan lama dan tidak termakan, akhirnya expired dan dibuang.
Dari bahan-bahan makanan yang mubazir ini, Efi baru menyadari, diet plastik ternyata belum cukup. Harus ada perencanaan sebelum belanja, agar hanya membeli sesuai kebutuhan.
Akhirnya untuk menghindari food waste, Efi pun mengajak teman-temannya untuk ‘keroyokan’ belanja dalam jumlah besar.
Namun karena belum banyak Bulk Store di Jakarta, terutama yang mudah dijangkau dari rumahnya di daerah Jagakarsa, tercetuslah ide untuk membangun bulk store sendiri.
Dan lahirlah ALAMI BULKSHOP yang baru soft launching di bulan Oktober ini.
Berlokasi di Srengseng Sawah No. 54, Jagakarsa, Jakarta Selatan, ALAMI BULKSHOP menjadi pilihan bagi siapapun yang sedang mengupayakan kegiatan minim sampah.
Disini, konsumen bisa membeli produk-produk ramah lingkungan atau bahan makanan sesuai kebutuhan.
Mulai dari gula aren, minyak goreng, tepung-tepungan, bumbu dapur, pasta, juga produk cemilan seperti kacang-kacangan, kurma, dan permen coklat.
Jika membeli dalam kilogram terlalu banyak, di ALAMI BULKSHOP boleh membeli dalam ukuran kecil per gram. Cukup menghemat budget rumah tangga, bukan?
Nah, karena di ALAMI BULKSHOP tidak menggunakan plastik kemasan, maka konsumen harus membawa wadah berbagai ukuran dan kantong sendiri untuk membawanya.
Memang merepotkan bagi yang belum terbiasa, tapi, siapa lagi yang bisa menyelamatkan bumi dari kerusakan, selain kita sendiri?
Demi mengedukasi lebih luas tentang kondisi darurat sampah plastik di Indonesia, Efi juga akan menyelenggarakan workshop pekanan di ALAMI BULKSHOP.
Berbagai materi menarik akan langsung dibawakannya, mulai dari pengolahan sampah dan limbah, cocok-tanam, membuat sabun, produk pembersih rumah tangga, dan aneka toiletteries.
Tak lupa, workshop pengolahan bahan pangan sehat. Ketrampilan yang harus dikuasai oleh para Ibu, agar bisa menyediakan bahan pangan sehat untuk anak-anaknya, sehingga bisa mengurangi jajan di luar yang menggunakan plastik kemasan.
Efi berharap, ALAMI BULKSHOP kelak bisa menjadi salah satu center of excellent-nya gerakan zero waste di Indonesia.
Menyadari mimpinya terlalu idealis, karena tidak mudah membendung konsumerisme masyarakat yang sudah terlanjur tergantung dengan plastik, Efi akan menggandeng beberapa komunitas yang memiliki concern yang sama di dunia sustainability dan zero waste, agar semakin luas impact-nya.
Menurutnya, konsumen sebenarnya bisa mendorong industri untuk tidak memproduksi kemasan-kemasan kecil yang akan menjadi sampah, dan berhenti membuat kerusakan di muka bumi. Salah satunya dengan edukasi dan gerakan penyadaran yang masif.
Sebagai pegiat Zero Waste selama hampir 5 tahun, ditambah latar belakangnya sebagai aktivis sosial dan lingkungan, menjadikan Ibu tiga anak ini mantap, untuk membawa bisnis Bulk Store-nya ini sebagai perusahaan yang bertanggungjawab dan berdampak.
ALAMI BULKSHOP memang masih tunas. Namun melihat integritas, kegigihan, dan dedikasi yang ditunjukkan oleh Efi dan keluarganya, semoga dari titik awal ini, diikuti juga oleh jutaan langkah-langkah lainnya. Insyaallah.
#kelasmenulisonline
#storytelling
#brand
#alamibulkshop
#dissikaydee
#brandstorytelling
#kelasbrandstorytelling
#thepowerofstorytelling



Comments
Post a Comment