Skip to main content

ONE STEP AT A TIME

Memaksa diri buat nge-blog lagi, satu-satunya cara biar semangat, ya ngajak temen-temen Khadija Initiative. Biar ilmu yang ngendap ngga jadi bulukan dibiarin lama-lama.

Jadi tadi sharing tipis-tipis di Telegram, grup khusus teman-teman single mom yang mau belajar storytelling. Jadi bisa langsung praktek di blog, kalau masih belum PD publish di fb.

Bikinnya cukup di blogger.com aja yang user-friendly, 5 menit jadi. Di hp pun bisa, sambil tidur-tiduran.

Jadi ga ada kata "ngga bisa", "ngga sempet", "hp jadul"...

karena... "apa sih yang ngga bisa dipelajari kalo emang niat?"...iya kan?

Apalagi, menulis itu obat mujarab buat jiwa kita. Terapi yang sangat murah buat melepaskan emosi yang menumpuk. Atau menumpahkan ide-ide gila yang ngga semua orang harus tau.

Apalagi bagi teman-teman yang ditakdirkan mengalami jalan berliku, terjal, nikung, dan nyungsep, di kehidupannya. Menulis adalah salah satu cara untuk merangkak naik.

Ibarat lagi terperosok di dalam sumur yang dalam, menulis ibarat membuat pijakan-pijakan untuk kaki kita memanjat keluar. Bedanya, kita gak perlu berdarah-darah, hanya butuh keberanian mengungkapkan perasaan, dan konsistensi untuk terus mencari 'selah' nya.

Daripada dibuang di fb bikin dongkol teman-teman yang baca...mending kalo dikasih solusi, ya kan? Jadi mending dicurahin dalam bentuk tulisan di blog pribadi yang belum dikenal orang. Kalo emosi udah selesai, tinggal dibuang-buangin, atau tetap disimpen buat bahan refleksi.

Karena manfaat menulis yang lain, terutama brand storytelling yang next diajarin, ngga cuma berguna saat mau nyeritain tentang brand kita, tapi juga berguna untuk menggali dan mengenali diri kita sendiri sebagai pelakunya.

Apa potensi dan core value kita, DNA yang seperti apa yang mau ditampilkan, di positioning mana kita mau dikenal yang membedakan dengan 'kompetitor', apa misi kita, the purpose of life, the big why yang melandasi tindakan kita, dll.

Kalau sudah ketemu formulanya, tinggal diseriusin. Bisa buat personal branding, brand awareness, atau bisa jadi lahan penghasilan sebagai blogger atau content writer. Tinggal belajar lagi lebih dalem. Tentang SEO atau riset keyword misalnya, yang ngga kalah seru.

Kayak ngayuh sepeda pertama kali. Pertama emang berat banget, tapi setelahnya pasti lebih gampang, apalagi kalo udah tau 'selah' nya. Tapi ya itu, kudu praktek. Udah itu doang kuncinya.

Buat saya pribadi, nulis di blog entah kenapa, memang selalu mampet idenya. Beda banget kalo di fb. Kayak tulisan ini, mengalir spontan. Entah apa karena di blog harus di'hias-hias' dulu biar menarik kalau dibaca, sedangkan di fb ga perlu repot, tinggal nulis trus posting. Flat tanpa editing bentuk font atau emphasize macem-macem, tanpa foto pun, dibaca orang. Beda banget sama web.

Cuma mikir aja kebaikannya suatu saat nanti. Blog itu bisa kita monetized dan ngga bakal ilang selama inget user dan password. Tulisan pun ga akan lenyap, tinggal search di google, pasti ada. Selama blogger dan wordpress masih ada di muka bumi. Karena sejauh ini, tulisan saya di blogspot tahun 2002 masih ada.

Kecuali ada kebijakan baru mereka akan mem-bumihangus-kan server-nya, atau kayak friendster dan myspace yang sukses menghilangkan tulisan dan foto-foto saya dulu, sebelum sempat diselamatkan. Hiks.

Nah kalo fb? Saya saranin di back up buruan. Karena fb rawan di-bumihangus-kan sama haters yang report...apalagi kalo nulisnya mengandung sesuatu yang namanya tidak boleh diusik-usik...😁

Masih mencari metode yang menarik lagi asyik, supaya temen-temen antusias buat praktek nulis, dan nganggep nulis itu kayak lagi main di playground milik sendiri. Bebas gak ada yang ganggu. Jadi ga ada alesan buat ga nulis. Kecuali emang males.

Karena nulis kagak praktek itu namanya Sam Jug Bong, sama juga boong, kata Chef Juna.

#storytelling #brandstorytelling #brandstory #personalbranding #khadijainitiative #KLABstorytelling #KelasLAtihanBersama #KI #pemberdayaanIbutunggal #pemberdayaansinglemom #penguatankapasitas #kelasnulis #kelasstorytelling

Comments

Popular posts from this blog

SEMALAM BERSAMA BAPAK - SEBUAH AWAL Pendahuluan Tepat jam 3 dini hari tadi malam, saya terbangun dari mimpi. Saya bertemu almarhum Bapak, yang menjemput saya di depan gerbang kayu yang tinggi, rumah milik seseorang yang mirip rumah kami dulu.  Di mimpi itu diceritakan, saya baru berkunjung ke rumah teman yang mengadakan acara. Saya berjalan ditemani teman saya, si pemilik rumah. Dari kejauhan, saya lihat Bapak tampak khawatir karena saya belum pulang-pulang. Wajahnya putih bersih dan badannya sehat berisi.  Ia saat itu baru keluar menutup pintu mobil, dan sedang bercakap-cakap dengan penjaga gerbang, mungkin menanyakan saya. Dari jarak 5 meter, saya merasa heran, itu kenapa sedan Mercy-nya tidak ada kap atas dan pinggiran kaca atasnya retak-retak? Seperti kayak habis disobek atapnya, jadi seperti mobil cabriolet.  Saya mendekat, sambil ia juga berjalan menuju ke pintu sopir. Karena kasihan dan takut ia kelelahan, saya minta untuk menggantikannya. Akh...

KENALI DIRIMU, MAKA KAU AKAN MENGENAL TUHANMU

Karena sedang menggarap beberapa artikel kesehatan, akhirnya saya jadi mempelajari hal-hal baru, yang sebenarnya ngga asing, demi menghasilkan tulisan yang bertanggungjawab. Jangan sampai sekedar jadi, tapi " Jaka Sembung bawa golok ". Baca dan riset, apa itu penyebab autoimun , gimana cara kerja sel darah putih atau disebut leukosit , apa itu Interleukin 6, bagian sel darah putih yang jadi pemicu rematik, dll. Dan barusan ketemu kata baru " apoptosis sel ". Wuh...mantan anak sosial belajar ilmu biologi basic itu...sesuatu. Alias keriting, mesti diurut dulu kabelnya biar konek. Dan baca tentang bagian-bagian tubuh manusia yang terkecil ini, malah bikin semakin amazed aja. Kalau dulu sekedar tahu bahwa "tubuh manusia terdiri dari sel" atau "bagian terkecil manusia adalah inti sel (atom)"...sekarang jadi tahu ternyata masing-masing sel punya perannya sendiri. Ada yang tugasnya mengantar (nutrisi), kasih sinyal, menerima, mengelola, dan ...