SEMALAM BERSAMA BAPAK - SEBUAH AWAL Pendahuluan Tepat jam 3 dini hari tadi malam, saya terbangun dari mimpi. Saya bertemu almarhum Bapak, yang menjemput saya di depan gerbang kayu yang tinggi, rumah milik seseorang yang mirip rumah kami dulu. Di mimpi itu diceritakan, saya baru berkunjung ke rumah teman yang mengadakan acara. Saya berjalan ditemani teman saya, si pemilik rumah. Dari kejauhan, saya lihat Bapak tampak khawatir karena saya belum pulang-pulang. Wajahnya putih bersih dan badannya sehat berisi. Ia saat itu baru keluar menutup pintu mobil, dan sedang bercakap-cakap dengan penjaga gerbang, mungkin menanyakan saya. Dari jarak 5 meter, saya merasa heran, itu kenapa sedan Mercy-nya tidak ada kap atas dan pinggiran kaca atasnya retak-retak? Seperti kayak habis disobek atapnya, jadi seperti mobil cabriolet. Saya mendekat, sambil ia juga berjalan menuju ke pintu sopir. Karena kasihan dan takut ia kelelahan, saya minta untuk menggantikannya. Akh...
ALAMI BULKSHOP, TUNAS BARU PERJALANAN EFI FEMILIYAH DI DUNIA ZERO WASTE “Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar Ruum:41) Tahun 2014 , trend zero waste belum se-familiar sekarang. Namun Efi Femiliyah sudah menerapkannya dalam keluarga. Dari mulai memilih dan memilah sampah, mengolah limbah, membuat kompos dan menaman, sampai membuka bank sampah di rumahnya bersama pegiat sampah lainnya. Ia juga rajin mengedukasi masyarakat di lingkungannya, tentang cegah-pilah-olah sampah, sehingga populer dipanggil “Ibu Sampah”. Baru di tahun 2016, Efi mulai memproduksi sabun dan toiletteries , setelah terinsendirispirasi dari pegiat zero waste asal Perancis, Bea Johnson , yang menjadi pelopor gerakan ini. Dalam situsnya zerowastehome.com , Bea berhasil mengumpulkan sampa...